http://guebukanmonyet.com/SBY Masih Lebih Baik

Salah satu sahabat terbaik saya Andri Gilang menulis di blognya bahwa ia akan memilih Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada Pemilu 2009 nanti. Alasannya, SBY telah mempimpin Indonesia ke arah yang lebih baik.

Saya berada di belakang Andri Gilang dan berjanji akan mencoblos SBY di Pemilu 2009. Bukan karena SBY adalah seorang pemimpin idola saya, dulu mungkin, tapi karena tidak ada lagi sosok pemimpin yang mumpuni.

Siapa lagi selain SBY? Tokoh-tokoh lama seperti Megawati, Gus Dur, atau Wiranto semakin lama semakin terdengar membosankan. Setidaknya SBY tidak terdengar “kosong”.

SBY memang bukan pemimpin sehebat Winston Churchill, Nelson Mandela, Martin Luther King, atau bahkan Barrack Obama. Para pemimpin besar dunia tersebut memiliki karisma yang menggetarkan dan mampu memberikan pidato yang mampu menggerakan emosi para pendukungnya.

Sementara pidato SBY biasanya membosankan dan membikin ngantuk. Saya langsung berdiri dan bertepuk tangan setiap kali SBY memberikan pidato tanpa teks.

SBY sering kali dinilai lamban dalam mengambil keputusan oleh para lawan politiknya. Kondisi ini mungkin ada kaitannya dengan darah Jawa yang mengalir di tubuhnya atau mungkin karakter pelan-pelan asal kelakon memang sudah menjadi karakternya dari dulu.

Namun begitu, apabila dibandingkan dengan tokoh-tokoh lain saya pribadi merasa SBY masih lebih baik. Ibaratnya, SBY adalah yang terbaik dari yang terburuk.

Saya tidak bisa membayangkan apabila Indonesia kembali dipimpin oleh Gus Dur atau Megawati. Masa lalu membuktikan mereka bukan pemimpin yang mampu memberikan perubahan yang diinginkan oleh rakyat. Jangan salah, saya adalah seorang pendukung Gus Dur tapi menurut saya ia lebih cocok berada di luar lingkungan pemerintah.

Banyak orang di Indonesia memimpikan kembalinya masa kepemimpinan Sukarno atau Suharto. Bagi yang cocok dengan gaya Bung Karno yang berani dan membara mereka merasa SBY terlalu lama dan lamban. Sementara bagi yang cocok dengan gaya Pak Harto mereka merasa SBY kurang tegas dan disiplin terhadap para pengacau.

Saya sendiri, kalau boleh memilih, menginginkan seorang sosok pemimpin yang memiliki gabungan karakter Bung Karno dan SBY. Seorang pemimpin yang berani bersuara lantang terhadap penjajahan model baru yang diterapkan oleh dunia Barat. Seorang pemimpin yang mampu memberikan orasi yang membuat bulu kuduk ini berdiri sambil berteriak bangga akan jati diri kita sebagai bangsa Indonesia.

Di saat yang bersamaan, saya ingin seorang pemimpin yang bijaksana, lemah, dan lembut dalam menghadapi segala perbedaan yang ada di Indonesia. Pemimpin yang tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan.

Presiden impian saya bernama Sukarno Yudhoyono.

Sayang saat ini mimpi itu tidak mungkin terjadi. Jadi, yah mari kita pilih SBY di Pemilu 2009.

Leave a Reply